Home

Selasa, 01 November 2011

Konsep Dasar IPS

Judul Makalah : Konsep Dasar Ilmu - ilmu Sosal

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ilmu sosial (social science) atau ilmu pengetahuan sosial (social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif. Demikian pula, pendekatan interdisiplin dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa aspek dalam metodologi ilmu sosial. Penggunaan metoda kuantitatif dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi dan konsekuensinya.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.
B.           Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Konsep Dasar IPS. Selain itu juga bertujuan agar dapat memahami secara mendalam mengenai:
1.      IPS,  Sosial dan Ilmu – ilmu Sosial
2.      Pengertian Ilmu – ilmu Sosial
3.      Struktur Ilmu – ilmu Sosial

C.          Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Jelaskan bagaimana konsep IPS,Studi sosial dan ilmu – ilmu sosial ?
2.      Jelaskan pengertian ilmu – ilmu sosial ?
3.      Jelaskan bagaimana struktur ilmu – ilmu sosial ?


BAB II
PEMBAHASAN

A.   IPS, Studi Sosial dan Ilmu – ilmu Sosial

1)      Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
 Istilah “Ilmu Pengetahuan Sosial”, disingkat IPS, merupakan nama mata pelajaran di tingkat sekolah dasar dan menengah atau nama program studi di perguruan tinggi yang identik dengan istilah “Social Studies” dalam kurikulum persekolahan di negara lain, khususnya di negara – negara Barat seperti Australia dan Amerika Serikat. Nama “IPS” yang lebih dikenal Social Studies di negara lain itu merupakan istilah hasil kesepakatan dari para ahli atau pakar kita di Indonesia dalam Seminar Nasional tentang Civic Education tahun 1972 di Tawangmangu, Solo. IPS sebagai mata pelajaran di persekolahan,pertama kali digunakan dalam Kurikulum 1975.
Namun, pengertian IPS di tingkat persekolahan itu sendiri mempunyai perbedaan makna, disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peseta didik khususnya antara IPS untuk Sekolah Dasar (SD) dengan IPS untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan IPS untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengertian IPS di persekolahan tersebut ada yang berarti nama mata pelajaran yang berdiri sendiri,ada yang berarti gabungan (integrated) dari sejumlah mata pelajaran atau disiplin ilmu,dan ada yang berarti program pengajaran. Perbedaan ini dapat pula diidentifikasi dari perbedaan pendekatan yang diterapkan pada masing – masing jenjang persekolahan tersebut.
Terdapat banyak persepsi tentang pengertian IPS di lingkungan pendidikan kita, salah satunya ada yang menganggap bahwa IPS terdiri atas mata pelajaran – mata pelajaran Sejarah,Geografi dan Ekonomi.Persepsi ini didasarkan pada pengalaman belajar IPS mereka  di SMP. Bagi mereka yang telah belajar IPS di SMA tentu akan lain lagi persepsinya.Pengertian IPS pada tingkat SMA memiliki 2 arti yaitu ; pertama, IPS dapat berarti salah satu jenis program studi.Kedua,IPS berarti sejumlah mata pelajaran yang termasuk ke dalam disiplin ilmu – ilmu sosial. Mata pelajaran yang termasuk kelompok IPS pada tingkat SMA meliputi: TataNegara, Sosiologi, Antropologi, Ekonomi, Geografi, dan Sejarah. Istilah IPS di sekolah dasar merupakan nama mata pelajaran yang berrdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial,humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan. Materi IPS untuk jenjang sekolah dasar tidak terlihat aspek disiplin ilmu karena yang lebih dipentingkan adalah dimensi pedagogik dan psikologis serta karakteristik kemampuan berfikir peserta didik yang bersifat holistik.
        Jadi, IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan sub disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu – ilmu sosial (social science), maupun ilmu pendidikan. Social Scence Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS), menyebut IPS sebagai “Social Science Education“ dan “Social Studies”. Dengan kata lain, IPS mengikuti cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti : geografi, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi dan sebagainya.

2)      Studi Sosial (Social Studies)
Definisi Social Studies dikemukakan oleh para ahli yaitu :
Menurut Edgar Wesley 1937 yang mengatakan bahwa “The social studies are the social sciences simplified for pedagogical purpores”. (Social Studies adalah ilmu – ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan).
Menurut James A. Banks (1990:3) dalam bukunya Teaching strtategies for the social studies memberikan definisi sosial studies adalah bagian dari kurikulum sekolah dasar dan menengah yang mempunyai tanggung jawab pokok membantu para siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang diperlukan dalam hidup bernegara di lngkungan masyarakatnya.
Kita juga menyadari bahwa ada juga mata pelajaran-mata pelajaran lain yang bertujuan untuk membantu para siswa agar mempunyai keterampilan yang diperlukan untuk dapat hidup berpartisipasi dalam masyarakat demokratis. Namun, bagi social studies, menurut Banks, tujuan mengembangkan kompetensi dan keterampilan hidup bernegara merupakan tujuan utamanya (its primary goal).
Menurut Welton & Mallan, social studies sebagai mata pelajaran gabungan terutama dari :
1.        Disiplin ilmu-ilmu sosial.
2.        Temuan-temuan (pengetahuan) yang berasal dari disiplin ilmu-ilmu sosial.
3.        Proses-proses yang dilakukan oleh ilmuan sosial dalam menghasilkan temuan atau pengetahuan itu.
Secara singkat welton dan mallan merumuskan definisi social studies sebagai “social studies is a composite subject area based on findings and processes drawn from the social science disciplines” (1989:15). Pendapat Welton dan Mallan ini merupakan gejala yang umum untuk Negara-negara seperti Kanada, Australia dan Amerika. Sementara untuk bebrapa Negara di Eropa, disiplin ilmu-ilmu sosial masih di ajarkan secara terpisah. Namun sudah merupakan gejala umum pula bahwa social studies adalah program studi yang dirumuskan dan dikemas untuk disajikan ditingkat sekolah dasar dan menengah bukan untuk perguruan tinggi.
Salah satu karakteristik dari definisi social studies adalah bersifat dinamis, artinya selalu berubah sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat. Di amerika serikat, misalnya, The National Council Fot The Social Studies (NCSS), Organisasi para ahli pendidikan social studies yang cukup handal sebelum tahun 1978 merumuskan social studies sebagai program yang dibangun oleh sejumlah disiplin ilmu sosial, yakni “Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Kewarganegaraan, Geografi dan semua modifiksi atau kombinasi mata pelajaran-mata pelajaran terutama yang memiliki materi dan tujuan yang berhubungan dengan masalah-masalah kemasyarakatan. Pada dua decade terakhir, NCSS telah mengubah definisi social Studies sebagai mata pelajaran yang bersifat dasar yang ada didalam Kurikulum TK, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah. Tujuannnya berkaitan erat dengan haakekat kewarganegaraan ialah mempersiapkan Warga Negara untuk hidup dalam masyarakat demokratis dan dapat berhubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pokok bahasannya terutama mengacu pada Sejarah, ilmu-ilmu sosial, humanities, dan ilmu alam. Pengajaran social studies disampaikan dengan cara-cara yang mencerminkan suatu kesadaran akan pengalaman pribadi, sosial dan budaya serta tingkat perkembangan siswa.
Pada tahun 1992, Dewan direktur NCSS terutama kumpulan para pengajar di bidang social studies merumuskan definisi yang menunjukkan bahwa materi social studies semakin meluas karna merupakan gabungan dari berbagai displin ilmu, bukan hanya ilmu-ilmu sosial melainkan juga dari humanities, matematika dan ilmu-ilmu alam bahkan agama. Definisi ini kita dapat menyimpulkan bahwa social studies untuk amerika serikat menggunakan pendekatan integrasi (integrated approach). Karena tujuan social studies untuk memantu para remaja dalam mengembangkan potensinya agar menjadi warga Negara yang baik dalam kehidupan masyarakat demokratis maka social studies disajikan sebagai mata pelajaran untuk para siswa persekolahan.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh NCSS maka hal yang sama terjadi pula dengan IPS yang selalu mengalami perubahan. Hal ini dapat kita pahami karena IPS adalah suatu mata pelajaran yang ada didalam kurikulum persekolahan.
Dari sejumlah definisi yang berkembang saat ini maka definisi yang dikeluarkan oleh NCSS tahun 1993-lah yang paling lengkap dan menjadi rujukan dalam berbagai aktifitas pendidikan.
Menurut Sumaatmadja (1980:7-8) social studies berbeda dengan ilmu-ilmu sosial. Social studies bukan merupakan bidang keilmuan atau disiplin akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah sosial. Untuk mengkaji masalah-masalah social studies lebih bersifat praktis daripada akademis teoritis. Hal ini didasarkan pada bentuk gejala dan maslah sosial yang sifatnya lebih menghendaki pemecahan secara langsung dan mendesak. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan bersifat interdisifliner, multi disipliner dan terpadu. Dengan demikian bentuk dari sosial studies lebih banyak menunjukkan sebagai program studi gabungan yang berasal dari berbagai displin ilmu.

3)      Ilmu-Ilmu Sosial.
Istilah ilmu-ilmu sosial (IIS) adalah terjemahan dari social sciences. Disamping ilmu-ilmu sosial terdapat pula ilmu-ilmu alam dan humanities / homaniora. Ilmu-ilmu alam mempunyai tiga bagian disiplin ilmu yang meliputi biologi, fisika, kimia. Sementara humanities terdiri dari sejarah dan sastra. semua bidang keilmuan dan humaniora ini berakar pada suatu bidang yang disebut filsafat. Setiap displin ilmu mempunyai filsafatnya masing-masing yang berhulu pada ajaran agama.
Dalam struktur disiplin ilmu baik ilmu-ilmu sosial maupun ilmu pendidikan, belum ditemukan adanya nama social studies ataupun pendidikan IPS sebagai sub disiplin ilmu. Hal ini mungkin terjadi karena social studies adalah sebuah program pendidikan dan bukan sub disiplin ilmu (Somantri, 2001:89). Namun demikian, sampai saat ini peran ilmu-ilmu social tetap menjadi konten utama untuk social studies atau PIPS. Menurut Norman MacKenzie (1966:7), merumuskan disiplin ilmu sosial sebagai “all the academic disciplined which deal with man in their social context”, artinya semua disiplin akademik yang berkaitan dengan manusia dalam konteks social.
Selain mengkaji perilaku manusia, disiplin ilmu-ilmu sosial memandang situasi peristiwa umat manusia dari perspektif yang berbeda. Karena ada perbedaan persepsi maka metodologi dan tekhnik penelitiannya pun berbeda. Setiap disiplin ilmu sosial memiliki konsep-konsep generalisasi dan teori.

B.     Pengertian Ilmu-Ilmu Sosial.

Pada kegaitan belajar pertama dalam modul ini, anda telah menganal dan memahami pengertian IPS, studi sosial dan ilmu-ilmu sosial. Pada kegiatan belajar ini, akan dibahas tentang pengertian ilmu-ilmu sosial yang mendukung terhadap pembangunan pendidikan dan pembelajaran IPS. Oleh karena itu pemahaman terhadap ilmu-ilmu sosial akan sangat membantu dalam memahami konsep dan subtansi pendidikan IPS.
Sedikitnya ada tujuh disiplin ilmu sosial yang kita kenal selama ini menurut tradisi yang telah cukup lama khususnya yang berkembang sejak awal abad ke-20. Disiplin ilmu sosial tersebut dapat dijelaskan satu persatu sebagai berikut :

       I.      ANTROPOLOGI
            Para ahli antropologi mempelajari tentang budaya manusia. Mereka tertarik dengan kebudayaan pra-sejarah (kebudayaan yang diciptakan sebelum lahirnya zaman sejarah) juga kebudayaan pada zaman modern saat ini. Mereka mengkaji kebudayaan pada semua tingkat perkembangan tekhnologi dari zaman berburu dan saman pengumpulan makanan (gathering) sampai zaman bercocok tanam dan zaman industri.
            Para ahli antropologi dapat dibedakan ke dalma beberapa spesialisasi.
A.    Ahli Atropologi Sosial (Antropologi Budaya).
Ahli Antropologi Sosial (Antropologi Budaya) mempelajari tentang kelompok-kelompok manusia yang ada saat ini yang menggunakan cara hidup (misalnya budaya) tertentu. Mereka dapat mengkaji budaya manusia tertentu dengan cara mempelajari bagaimana bagian-bagian budaya itu bisa cocok dalam membentuk keseluruhan budaya manusia yang bermakna, atau mereka dapat memilih dan mempelajari sejumlah kebudayaan berdasrkan pola-pola perilaku untuk mendapatkan “perspektif antar budaya” tentang kondisi manusia.
B.     Alhi Antropologi Etnigrafi.
Ahli Etnigrafi adalah seorang ahli antropologi yang punya spesialisasi dalam mengumpulkan informasi tentang segala aspek budaya yang ada melalui kerja lapangan.
C.     Ahli Antropologi Bahasa.
Ahli Antropologi Bahasa mempelajari bahasa-bahasa yang digunakan manusia dengan fokus kajian pada penggunaan bahasa dalam konteks sosial.
D.    Ahli Antropologi Fisik (Biologi).
Ahli Antropologi Fisik (Biologi) menggunakan teknik-teknik ilmu pengetahuan alam dalam studi makhluk hidup maupun yang sudah berupa fosil dan primata binatang seperti monyet atau kera.
E.     Ahli Arkeologi.
Ahli Arkeologi menggunakan teknik-teknik penggalian dan analisis ilmiah sisa-sisa fisik mahkluk hidup untuk merekonstruksi cara hidup manusia yang telah musnah.
F.      Alhi Primatologi.
Ahli Primatologi meliputi ahli antropologi yang mempelajari perilaku kelompok primata bukan mahkluk manusia seperti baboon, simpanse dan gorila. Tegasnya, tiga spesies terakhir ini lebih menyerupai ilmu-ilmu alam daripada ilmu-ilmu sosial dalam fokus dan metode kajiannya.

    II.      EKONOMI
            Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang bagaimana sumber-sumber dimanfaatkan untuk memenuhi keinginan-kenginan manusia yang tidak terbatas. Pentingnya manajemen kelangkaan secara khsusus dibagi ke dalam dua bagian : analisis ekonomi, dan kebijakan ekonomi. Pembahasan ini dimulai dengan menerapkan analisis ilmu ekonomi (ilmu enokomi positif) bagian yang berkaitan dengan studi kelangkaan yang bersifat ilmiah dan pengalokasian sumber-sumber.
            Kebijakan ekonomi, atau ilmu ekonomi normatif berkaitan dengan aplikasi hasil analisis ekonomi (pengetahuan secara ilmiah) untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Dengan demikian, kebijakan ekonomi menangani persoalan-persoalan ekonomi yang harus dipecahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi didasarkan pada nilai-nilai individu yang dikaitkan dengan cara yang baik (secara moral) umtuk mengalokasikan sumber-sumber yang langka itu bagi anggota masyarakat.
            Ilmu social ekonomi – bagian yang berhubungan dengan analisis ekonomi – dibagi ke dalam dua bidang utama :
  1. Ekonomi Mikro
Ahli ekonomi mikro mengkaji perilaku individu-individu, persoalan rumah tangga, perusahaaan dan pasar. Para ahli ini tertarik dengan bagaimana harga barang dan pelayanan/jasa itu ditetapkan, bagaimana harga dapat menentukan pola produksi dan bagaimana pola ini ditentukan oleh pasar dan tindakan pemerintah.
  1. Ekonomi Makro
Ahli ekonomi makro mengkaji keberfungsian ekonomi secara keseluruhan. Para ahli ini tertarik khususnya dengan pengeluaran dan pendapatan ekonomi, tingkat pekerjaan, dan pergeseran-pergeseran dalam tingkat harga rata-rata.

            Dua bidang spesialisi tambahan adalah sejarah ekonomi dan ekonomi komparatif :
  1. Ahli sejarah ekonomi menjebatani dua disiplin ilmu sosial dengan cara berusaha untuk menjelaskan keadaan ekonomi masa kini sebagai akibat dari perkembangan di masa lampau (termasuk sumbangan-sumbangan teoritis dari ilmuwan ekonomi terkemuka).
  2. Ahli ilmu ekonomi komparatif membandingkan dan mempertentangkan beberapa sistem ekonomi dari kebudayaan atau bangsa yang berbeda-beda (misalnya, Amerika Serikat dan Rusia) untuk mengetahui bagaimana setiap sistem ekonomi itu dapat memecahkan masalah pengalokasian sumber-sumber yang langka itu dalam kondisi permintaan yang tidak terbatas.

 III.      GEOGRAFI
            Para ahli geografi mempelajari permukaan bumi dan bagaimana manusia mempengaruhi serta dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya. Geografi dibagi kedalam dua spesialisasi pokok : geografi fisik dan geografi budaya (manusia). Para ahli geografi fisik mengkaji aspek-aspek fisik bumi yang meliputi iklim, tanah, sumber-sumber air, penyebaran tanaman dan binatang dan bentuk-bentuk tanah. Para ahli geografi budaya (ahli kependudukan – demographer) tertarik dengan penyebaran penduduk pada suatu wilayah tertentu. Mereka bukan hanya tertarik dengan tempat tinggal dimana mereka hidup namun juga mengapa mereka tinggal di sana, yakni faktor-faktor apa yang memepengaruhi. Daya tarik utama kedua dari ahli geografi budaya adalah interaksi antara manusia dengan lingkungan fisiknya. Mereka mengkaji bagaimana manusia memanfaatkan dan mengubah permukaan bumi bahkan juga bagaimana permukaan bumi memperngaruhi budaya manusia, kegaitan mencari nafkah, pola-pola perkampungan, pembangunan ekonomi, organisasi politik, pemanfaatan sumber-sumber daya, komunikasi, dan transportasi.
            Walaupun geografi fisik lebih tepat digolongkan sebagi ilmu fisika, namun dalam prakteknya sulit untuk memisahkan pengkajian geografi fisik dari geografi budaya. Para siswa tidak dapat belajar bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan fisiknya tanpa belajar dari alam lingkungan. Dengan alasan inilah, pengajaran studi sosial dalam geografi mencakup kedua bidang spesialisai tersebut.

 IV.      SEJARAH
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Adapun ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.
Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells, Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.
Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain:
  • Berdasarkan kurun waktu (kronologis).
  • Berdasarkan wilayah (geografis).
  • Berdasarkan negara (nasional).
  • Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis).
  • Berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).
Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, misalnya sosiologi. Inilah sebabnya Immanuel Kant yang disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi mengejek sejarah sebagai "penata batu-bata" dari fakta-fakta sosiologis.

Catatan Sejarah

Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan", atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah modern, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Namun dalam penulisan sejarah, sumber-sumber tersebut perlu dipilah-pilah. Metode ini disebut dengan kritik sumber. Kritik sumber dibagi menjadi dua macam, yaitu ekstern dan intern. Kritik ekstern adalah kritik yang pertama kali harus dilakukan oleh sejarawan saat dia menulis karyanya, terutama jika sumber sejarah tersebut berupa benda. Yakni dengan melihat validisasi bentuk fisik karya tersebut, mulai dari bentuk, warna dan apa saja yang dapat dilihat secara fisik. Sedang kritik intern adalah kritik yang dilihat dari isi sumber tersebut, apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
Wawancara juga dipakai sebagai sumber sejarah. Namun perlu pula sejarawan bertindak kritis baik dalam pemilahan narasumber sampai dengan translasi ke bentuk digital atau tulisan.
    V.      POLITIK
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisa sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.
Ilmuwan politik mempelajari alokasi dan transfer kekuasaan dalam pembuatan keputusan, peran dan sistem pemerintahan termasuk pemerintah dan organisasi internasional, perilaku politik dan kebijakan publik. Mereka mengukur keberhasilan pemerintahan dan kebijakan khusus dengan memeriksa berbagai faktor, termasuk stabilitas, keadilan, kesejahteraan material, dan kedamaian. Beberapa ilmuwan politik berupaya mengembangkan ilmu ini secara positif dengan melakukan analisa politik. Sedangkan yang lain melakukan pengembangan secara normatif dengan membuat saran kebijakan khusus.

·         Pendekatan dalam ilmu politik

Terdapat banyak sekali pendekatan dalam ilmu politik. Di sini hanya akan dibahas tentang tiga pendekatan saja, yakni pendekatan institusionalisme (the old institutionalism), pendekatan perilaku (behavioralism) dan pilihan rasional (rational choice), serta pendekatan kelembagaan baru atau the new institutionalism. Ketiga pendekatan ini memiliki cara pandangnya tersendiri dalam mengkaji ilmu politik dan memiliki kritik terhadap pendekatan yang lain.[1]

o   Pendekatan institusionalisme

Pendekatan institusionalisme atau kelembagaan mengacu pada negara sebagai fokus kajian utama. Setidaknya, ada lima karakteristik atau kajian utama pendekatan ini, yakni:
  • Legalisme (legalism), yang mengkaji aspek hukum, yaitu peranan pemerintah pusat dalam mengatur hukum;
  • Strukturalisme, yakni berfokus pada perangkat kelembagaan utama atau menekankan pentingnya keberadaan struktur dan struktur itu pun dapat menentukan perilaku seseorang;
  • Holistik (holism) yang menekankan pada kajian sistem yang menyeluruh atau holistik alih-alih dalam memeriksa lembaga yang "bersifat" individu seperti legislatif;
  • Analisis normatif atau normative analysis yang menekankan analisisnya dalam aspek yang normatif sehingga akan terfokus pada penciptaan good government.

o   Pendekatan perilaku dan pilihan rasional

Salah satu pemikiran pokok dalam pendekatan perilaku ialah bahwa tidak ada gunanya membahas lembaga-lembaga formal karena pembahasan seperti itu tidak banyak memberikan informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Sementara itu, inti "pilihan rasional" ialah bahwa individu sebagai aktor terpenting dalam dunia politik dan sebagai makhluk yang rasional selalu mempunyai tujuan-tujuan yang mencerminkan apa yang dianggapnya kepentingan diri sendiri. Kedua pendekatan ini (perilaku dan pilihan rasional), memiliki fokus utama yang sama yakni individu atau manusia. Meskipun begitu, penekanan kedua pendekatan ini tetaplah berbeda satu sama lainnya.
Adapun aspek yang ditekankan dalam pendekatan ini adalah:
  • Menekankan pada teori dan metodologi. Dalam mengembangkan studi ilmu politik, teori berguna untuk menjelaskan berbagai fenomena dari keberagaman di dalam masyarakat.
  • Menolak pendekatan normatif. Kaum behavioralis menolak hal-hal normatif yang dikaji dalam pendekatan institusionalisme karena pendekatan normatif dalam upaya menciptakan "pemerintahan yang baik" itu bersifat bias.
  • Menekankan pada analisis individual. Kaum behavioralis menganalisis letak atau pengaturan aktor politik secara individual karena fokus analisisnya memang tertuju pada analisis perilaku individu.
  • Masukan (inputism) yang memperhatikan masukan dalam sistem politik (teori sistem oleh David Easton, 1953) atau tidak hanya ditekankan pada strukturnya saja seperti dalam pendekatan institusionalisme.

o   Pendekatan kelembagaan baru

Pendekatan kelembagaan baru atau the new institutionalism lebih merupakan suatu visi yang meliputi beberapa pendekatan lain, bahkan beberapa bidang ilmu pengetahuan lain seperti ekonomi dan sosiologi. Berbeda dengan institusionalisme lama yang memandang institusi negara sebagai suatu hal yang statis dan terstruktur, pendekatan kelembagaan baru memandang negara sebagai hal yang dapat diperbaiki ke arah suatu tujuan tertentu. Kelembagaan baru sebenarnya dipicu oleh pendekatan behavioralis atau perilaku yang melihat politik dan kebijakan publik sebagai hasil dari perilaku kelompok besar atau massa, dan pemerintah sebagai institusi yang hanya mencerminkan kegiatan massa itu. Bentuk dan sifat dari institusi ditentukan oleh aktor beserta juga dengan segala pilihannya.
 VI.      PSIKOLOGI
            Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa

METODE PSIKOLOGI

Beberapa metodologi dalam psikologi, diantaranya sebagai berikut :
a. Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya.
b. Observasi Ilmiah
Pada observasi ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
c. Sejarah Kehidupan
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.
d. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.
e. Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
f. Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.

·         Metode Psikologi Perkembangan

Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode, yaitu metode umum dan metode khusus. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal, transversal, dan lintas budaya. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. Sedangkan pada metode khusus

PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN

Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.

FUNGSI PSIKOLOGI SEBAGAI ILMU

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
  • Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.
 VIII.      SOSIOLOGI
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

POKOK BAHASAN SOSIOLOGI

Pokok bahasan sosiologi ada empat:
1.      Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
2.      Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain.
3.      Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah persmasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.
4.      Realitas sosial adalah penungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

CIRI-CIRI SOSIOLOGI

·         Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
·         Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
·         Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
·         Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

OBJEK SOSIOLOGI

·         Objek Material
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
·         Objek Formal
Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
C.    STRUKTUR ILMU-ILMU SOSIAL
Untuk membantu meamahami isi pembelajaran apakah yang dapat dimasukkan ke dalam satuan pembelajaran IPS, dibawah ini disajikan struktur disiplin ilmu-ilmu sosial. Penjelasan setiap struktur ilmu-ilmu sosial in diperlukan oleh seorang guru IPS karena setiap disiplin ilmu mempunyai karaktristik struktur yang unik, seperti model inkuiri atau”body of knowledge” yang masing-masing disiplin memiliki perbedaan.
a.       Model inkuiri.
·         Masalah yang dipertanyakan.
·         Metoda (alat) penelitian.
b.      Struktur ilmu pengetahuan.
·         Konsep.
·         Generalisasi.
Berikut ini disajikan contoh pembahasan tentang disiplin-disiplin ilmu sosial secara konseptual.
1.      STRUKTUR ANTROPOLOGI
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Apakah hakekat kebudayaan itu ?
·         Bagaimana bagian-bagian kebudayaan itu membentuk keseluruhan yang fungsional ?
·         Bagaimana kebudayaan itu mempengaruhi kepribadian anggota masyarakat ?
·         Bagaimana kebudayaan itu saling mempengaruhi satu sama lain ?
·         Bagaimana kebudayaan itu berkembang dan berubah ?
·         Bagaimana kebudayaan itu mempengaruhi hubungan antara umat manusia dengan lingkungan alam ?
·         Bagaimana lingkungan alam itu mempengaruhi kebudayaan ?
2)      Metoda penelitian
·         Observasi tetnang prilaku kehidupan disekitar msyarakat manusia (sering mengacu pada kerja lapangan dan atau observasi partisipasi).
·         Wawancara.
·         Deskripsi aspek-aspek fisik tetnang budaya (perkakas, perumahan, pakaian, seni).
·         Analisis dokumen-dokumen tertulis (seperti, dokumen-dokumen resmi pemerintah, jurnal-jurnal yang ditulis oleh para pendahulu, ukiran batu).
·         Perbandingan antar budaya dengan menggunakan etnografi yang diteliti oleh bermacam-macam ahli antropologi.
·         Analisis bahasa.
·         Penggalian.
·         Analisis fisik dari fosil-fosil dan peninggalan-peninggalan kebudayaan terdahulu lainnya.
Konsep-konsep Antropologi
Kebudayaan
Sifat-sifat kebudayaan
Keluarga kecil
Artefak
Tingkat perkembangan tekhnologi
Praktek memelihara anak
Difusi
Tradisi
Perumahan
Pakaian
Bahasa
Kebiasaan
Upacara
Wilayah budaya
Pola-pola kependudukan
Aktifitas subsistem

Masyarakat perkebunan
Kebutuhan dasar manusia
Keyakinan agama
Masyarakat industri
Kebiasaan menikah
Perubahan budaya
Ras
Perkakas
Makanan
Perhiasan tubuh
Pola kekeluargaan
Aturan waris
Pembagian kerja
Pantangan (taboos)
Enkulturasi
Akulturasi

Generalisasi
·         Dengan kebudayaan (suatu system kepercayaan, nilai, kebiasaan, dan prilaku) anggota masyarakat dapat berinteraksi dengan sesamanya dan dengan lingkungan fisik untuk memperoleh kebutuhan dasar hidup.
·         Setiap kebudayaan tebentuk dari rangkaian ciri-ciri kebudayaan yang saling berkaitan, dan oleh karena itu perubahan kebudayaan pada satu atau beberapa cirri budaya akan mengakibatkan perubahan pada ciri budaya lainnya.
·         Apabila manusia tidak memiliki kecakapan untuk mengembangkan bahasa yang komplek, maka manusia tidak dapat mengembangkan kebudayaan.
·         Apabila kondisi berubah dengan cepat, maka kebudayaan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan, dengan menggabungkan sifat-sifat budaya pinjaman dari kebudayaan lain.
·         Apabila masyarakat menggunakan pembagian kerja (seperti banyak dilakukan), maka kebiasaan pembagian kerja itu menurut jenis kelamin.
2.      STRUKTUR DISIPLIN EKONOMI
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Bagaimana manusisa mengalokasikan sumber-sumber yang langka dalam kondisi permintaan yang tidak terbatas ?
·         Bagaimana para konsumen memutuskan tentang apa dan berapa banyak harus melakukan konsumsi barang ?
·         Bagaimana barang dan jasa yang diproduksi di distribusikan kepada masyarakat konsumen yang memerlukan ?
·         Bagaimana produktifitas dapat ditingkatkan ?
·         Bagaiman pasar beroperasi agar para pembeli dan penjual dapat menukar barang dan jasa ?
·         Bagaimana hubungan antara jumlah barang yang tersedia, jumlah barang yang diperlukan dan harga ?
2)      Metode penelitian
·         Analisis data secara matematik dan statistic dari pemerintah atau dokumen lain misalnya, GNP, Angka Penganguran, tingkat kebutuhan dasar, sensus.
·         Survey (dari pendapat umum, dsb.)
·         Studi kasus.
·         Pengembangan dan pengujian model seecara teoritis.
·         Perbandingan antar bangsa.
·         Konstruksi tabel, bagan, dan grafik.
·         Penghitungan rasio dan persentase.
·         Perhitungan jumlah indeks (indeks harga, dsb.)
·         Perhitungan rata-rata dan distribusi tentang rata-rata (seperti rata-rata median dan aritmetik).
Konsep-konsep Ekonomi
Kelangkaan
Produsen
Jumlah permintaan
                  Jumlah penawaran                
Kebutuhan ekonomi
Konsumsi
Upah
Spesialisasi
Pemebali dan penjual
Produksi
Barang kepentigan umum\
Penghematan
Pasar
Bunga
Harga kesempatan
Pajak
Pengangguran
System ekonomi
Kemiskinan
Barter
Pertumbuhan (ekonomi)
Tukar menukar
Produktifitas
Saling ketergantungan
Barang dan jasa
Persaingan
Konsumen
Pembagian tenaga kerja
Alat tukar
Bank
Uang
Arus sirkulasi pendapatan
Keuntungan
Ongkso, harga, untung
Monopoli, oligopoly,
Hak milik
Pembayaran
Biaya investasi
Pendapatan
Wiraswasta
Pendapatan nasional kasar
(GNP)

Generalisasi
·         Perubahan tekhnologi sering mengakibatkan peningkatan produktifitas dan perubahan dalam jenis barang yang dihasilkan.
·         Alat  tukar (uang) diperlukan dalam system ekonomi yang berdasarkan pada spesialisai dana perubahan.
·         Harga barang atau jasa mempunyai pengaruh pada keinginan penjual untuk memasuki produksi dan keinginan pembeli untuk menjadi konsumen barang dan jasa.
·         Produsen membawakan sumber-sumber produktif (sumber daya manusia, sumber-sumber alam, dan barang-barang modal) bersama-sama untuk menghasilkan barang dan jasa.
·         Tingkat produktifitas meningkat apabila investasi dalam sumber daya manusia dan atau barang-barang modal meningkat.
3.      STRUKTUR GEOGRAFI
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Mengapa manusia hidup di tempat itu ?
·         Mengapa manusia yang tinggal di tempat yang berbeda di dunia ini , berbeda pula kehidupannya ?
·         Mengapa penduduk dunia tersebar tidak merata ?
·         Sejauh mana bumi membagi manusia ?
·         Sejauh mana manusia membagi dunia ?
·         Apakah hubungan antara perbedaaan wilayah (iklim, tanah, dsb) dengan perbedaan tingkat perkembangan ekonomi, organisasi politik, dan aspek-aspek budaya lainnya ?
2)      Metoda penelitian
·         Survey
·         Kerja lapangan (mengamati keadaan alam)
·         Pemetaan (membuat bagan, dsb.)
·         Tabel dan grafik.
·         Deskripsi wilayah.
·         Analisis data hasil sensus.
·         Studi kasus.
·         Pengukuran alam (phsycal, temperatur, tinggi rendahnya permukaan bumi, dsb.)
·         Foto udara.
Konsep-konsep Geografi
Bentuk tanah
Sumber-sumber alam
Peta (bagan, globe)
Sumber-sumber air
Symbol peta
Arah
Wilayah waktu
Ras
Lokasi
Iklim
Penduduk
System transportasi
Pegunungan
Samudera
Gurun
Sungai
Hutan
Danau
Temperature
Cuaca
Garis lintang dan bujur
Keitnggian tanah
Peternakan
Tumbuhan
Panen
Jalur perdagangan
Pola pemukiman
Perkakas
Penggunaan jalan
Migrasi
Bealahan bumi
Krkhusussasn wilayah
Benua
Pembagian kerja
Irigasi
Pusat-pusat kota
Pusat-pusat peradaban
Pertanian
Sumber daya laut
Sumber daya alam

Generalisasi
·         Karena kemajuan pembangunan ekonomi, manusia terus menerus mengubah permukaan bumi (dengan membuka lahan, membangun bendungan, mengotori udara dan air, dst.)
·         Pembangunan pertanian (dan oleh karena itu makanan melimpah) oleh masysarakat memberikat kontribusi terhadap pembentukkan kebiasaan pembagian kerja dan munculnya pusat-pusat kota.
·         Pekembangan peternakan mengakibatkan perubahan dalam kegiatan mencari nafkah dan pola-pola pemukiman.
·         Tingkat perkembangan ekonomi masyarakat membantu menentukkan memampuannya untuk memecahkan masalah kepadatan penduduk.
·         Manusia menggunakan sumber-sumber alam yang ditemukan disekitar lingkungan fisiknya untuk memnuhi kebutuhan dasar berupa makanan, pakaian dan perumahan.
4.      STRUKTUR SEJARAH
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Apa sebenarnya yang terjadi pada masa lampau ?
·         Apakah peristiwa-peristiwa masa lalau dapat membentuk pola yang dapat digunakan untuk memperkirakan peristiwa di masa yang akan datang ?
·         Bagaimana pengetahuan peristiwa masa lalu dapat memberikan sumbangan terhadap pengetahuan kita pada masa kini ?
·         Sejauh mana sebab dan akibat dari peristiwa-peristiwa masa lalu dapat dibentuk ?
·         Apakah masyarakat yang besar menciptakan peristiwa yang besar ?
2)      Metode penelitian
·         Analisis dokumen umum.
·         Analisis dokumen pribadi.
·         Analisis peninggalan-peninggalan bangunan.
·         Analisis benda-benda bukan cetakan.
·         Wawancara
·         Observasi peristiwa sekarang.
Konsep-konsep sejarah
Perubahan
Waktu
Masa lampau
Penyimpangan pribadi
Nilai-nilai
Penyimpangan budaya
Peristiwa sejarah
Abad
Kepercayaan
Sebab dan akibat
Catatan sejarah
Perang saudara
Pertempuran
Pemimpin agama
Peralatan dan mesin
Karya seni
Penjelajah
Pemimpin sosial
kemajuan
Peperangan
System ekonomi
Pemerintahan
Pemimpin politik
Kekuasaaan
                         Perjanjian
Pemimpin militer
Peran sosial
Peristiwa masa lampau
Masyarakat
Paeristiwa sekarang penemuan
Pemimpin industry
Periode sejarah
Peradaban
Perselisihan / konflik
Pemukim
Koloni / penduduk baru
Eksplorasi
Inovasi / pembaharuan


Generalisasi
·         Perubahan yang terus menerus telah menjadi kondisi yang umum bagi masyarakat manusia selamanya.
·         Peristiwa sejarah yang kompleks tidak dapat dijelaskan dengan cara satu persatu hubungan sebab akibat yang sederhana.
·         Peristiwa-peristiwa masa lampau mempengaruhi peristiwa-peristiwa masa kini.
·         Penyimpangan sejarah terjadi apabila setiap generasi menciptakan atau menulis kembali sejarah menurut nila-nilai dan kepentingan-kepentingannya.
·         Untuk memahami peristiwa masa kini, orang harus memahami peristiwa masa lalu.
5.      STRUKTUR ILMU POLITIK
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Bagaimana asalnya pemerinahan dan organisasi politik lainnnya ?
·         Bagaimana pemimpin atau organisasi politik memperoleh kekuasaan ?
·         Bagaimana tujuan pelayanan dari organisasi politik ?
·         Bagaomana keputusan-keputusan politik dibuat ?
·         Agen-agen apakah di dalam masyarakat yang memberikan kontribusi terhadap organisai politik ?
·         Bagaimana pembagian etnik, ras, jenis kelamin, agama, atau bahsa dalam system politik mempengaruhi proses dan masalah-masalahnya ?
2)      Metode penelitian
·         Analisis dokumen-dokumen resmi
·         Analisi undang-undang dan keputusan-kputusan pengadilan
·         Analisis konten komuniksi-komunikasi masa
·         Analisis sistem
·         Analisis perilaku dalam pemungutan suara
·         Perbandingan system politik yang berbeda-beda
·         Wawancara
·         Penarikan pendapat (opinion poll) survey
·         Studi kasus.
Konsep-konsep ilmu politik
Kekuasaan
Organisasi
Masyarakat
Negara
Bangsa-bangsa
Tanggung jawab
Kebebasan politik
Keputusan kebijakan
Aturan mayoritas
Hak asasi manusia
Proses pengambilan
Keputusan partai politik
Undang-undang
Peraturan
Anggota dewan legislative
Pemimpin politik
Unit-unit politik
Kelompok keagamaan
Pemilihan umum
System politik
Pajak
Perubahan sosial
Otokrasi
Demokrasi
Monarkhi
Oligarki
Dictator
Konstitusi
Ideology
Nasionalisime
Komunisme
Sosialisme
Kapitalisme
Propaganda
Kelas sosials
Kebijakan umum
Instusi
Keadilan
Kebebassan
Persamaan
Nilai-nilai
Kekuasaan militer
Cabang pemerintahan
Warga negara

Generalisasi
·         Apabila pemerintah ingin betahan lama, maka harus dapat memperhatikan maslah alokasi sumber-sumber yang langka, membentuk peraturan-peraturan dan pengawasan dan mengadakan pembagian kerja.
·         Kebebasan politik merupakan ide yang dapat dilaksanakan, hanya apabila diimbangi dengan tanggung jawab politik.
·         Keputusan-keputusan politik merupakan pertimbagan-pertimbangan nilai.
·         Pemerintah perlu mengahsilkan barang-barang untuk kepentingan umum dan mengadakan pelayanan kepdaa masyarakat (seperti jalan, kepolisian).
·         Hukum merupakan mekanisme yang efektif untuk perubahan sosial.
6.      STRUKTUR PSIKOLOGI
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Apakah yang membuat setiap orang itu berbeda ?
·         Factor-faktor apakah yang mempengaruhi konsep diri ?
·         Bagaimana factor pembawaan, lingkungan, dan lingkungan belajar mempengaruhi perilaku ?
·         Adakah tahapan yang sifatnya universal dalam perkembangan manusia ?
·         Apakah hakekat berfikir itu ?
·         Bagaimana belajar itu terjadi ?
2)      Metode penelitian
·         Observsi naturilistik
·         Eksperimentasi labolatorium
·         Wawancara
·         Pertanyaan tertulis
·         Studi kasus
·         Studi longitudinal
·         Observsi partisipasi
·         Pengukuran dengan mengggunakan instrument-instrumen (sperti tes IQ, penemuan kepribadian, skala perhitungan)
·         Perbanduingan antar budaya (seperti, menggunakan data yang dikumpulkan oleh sejumlah ahli etnografi di lapangan).
Konsep-konsep psikologi
Belajar
Perilaku instink
Perilaku yang dipelajari
Ingatan
Pengkondisian kelas
Pemecahan masalah
Kemampuan kognitif
Hukuman
Sifat-sifat klise
Hadiah (penguatan)
Stimulus
Persepsi
Bahasa
Respon
Perbedaan individu
Sifat-sifat klise
Sifat-sifat kepribadian
Pengukuran
Motivasi
Prestasi
Sikap
perasaan
Keterampilan sosial
Tahap perkembangan
Kerterampilan gerak
Percontohan
Berfikir
Perbedaaan jenis kelamin
Perbedaan ras
IQ
Kelompok sosial
Perilaku komunikasi
Pembawaan
Perilaku agresif
Peranan jenis kelamin
Sifat-sifat
Perkembangan
Keturunan
Kematangan
Penmyesuaian
Adaptasi
Perilaku abnormal
Stereotif peran jenis
lingkungan

Generalisasi
·         Perilaku lebih memungkinkan untuk dipelajari dan diulang apabila individu memperoleh hadiah.
·         Perilaku individu merupakan suatu fungsi dari interaksi anatar factor pembawaan dan lingkungan.
·         Apabila belajar terjadi, maka ada perubahan yang relative tetap dalam memapuan perilaku.
·         Semua pemecahan masalah berdasarkan pad atingkat kemampuan belajar dan ingatan masa lalu.
·         Peran jenis kelamin dipengaruhi oleh factor-faktor genetik, hormon dan belajar.
7.      STRUKTUR SOSIOLOGI
1)      Pertanyaan yang diajukan
·         Bagaimana kelompok-kelompok manusia mensosialisasikan anggota muda atau baru ?
·         Bagaimana inovasi tekhnologi mempengaruhi institusi sosial ?
·         Bagaimana kelompok-kelompok membuat keputusan ?
·         Bagaimana kelompok memcahkan masalah ?
·         Bagaimana perubahan dalam instusi terjadi ?
·         Bagaimana perubahan dalam suatu instusi berkaitan dengan perubahan instusi lain ?
2)      Metode penlitian
·         Wawancara
·         Pertanyaan-pertanyaan
·         Observasi pertisipasi
·         Studi kasus
·         Analisis isi komuniksi tertulis dan terucap
·         Analisis data demografi (sensus, dsb.)
·         Studi longitudinal
·         Observsi naturalsitik
·         Eksperimentasi labolatorium
Konsep-konsep sosiologi
Kelompok
Institusi
Sosialisasi
Peran-peran sosial
Keluarga
Ras
Masyarakat
Tindakan kekerasan
Nilai-nilai
Norma-norma
Keompok
Etnik
Peranan jenis kelamin
Status sosial
Konflik kelompok
Organisasi sosial
Stratifikasi
Jumlah penduduk
Pengambilan keputusan
kekuasaan
Ritual
Komunitas
Pemisahan (segregation)
Diskriminasi
Imigrasi
Angka kelahiran dan kmeatian
Pengaturan
Hokum
Inovasi
Status
Kelas sosial
Mobilitsa sosial
Hubungan sosial
Tindakan kolektif
Gerakan sosial
Tradisi
Sikap
Fungsi
Struktur
teknologi

Generalisasi
·         Keluarga (sebagai unit reprosuksi, ekonomi, dan sosialisai) akan mengubah fungsi respon terhadap perubahan dalam gerakan teknologi dan sosial.
·         Perbedaan dalam nilai kelompok (ideologi) bias mengakibatkan konflik atau tindakan kekerasan.
·         Suatu masyarakat harus mempertahankan aturan sosial melalui kombinasi tekanan kelompok, sosialisasi, dan kekuatan, apabila msyarakat ingin berfungsi dengan tentram.
·         Dalam suatu organisai sosial, tindakan kekerasan dapat  meletus apabila perbedaan nilai tidak diselesaikan.
·         Suatu organisasi sosial tidak akan bertahan kecuali anggota baru disosialisasikan agar menerima norma-norma kelompok dan tekaknan kelompok digunakan untuk memeprtahankan norma.

                                                           
BAB III
PENUTUP


  1. Kesimpulan
Ilmu sosial (social science) atau ilmu pengetahuan sosial (social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif. Demikian pula, pendekatan interdisiplin dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa aspek dalam metodologi ilmu sosial. Penggunaan metoda kuantitatif dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi dan konsekuensinya.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.
B.     Saran
Dalam penusunan makalah ini, Kami selaku Penulis tentunya mengalami banyak kekeliruan dan kesalahan – kesalahan baik dala ejaan, pilihan kata, sistematika penulisan maupun penggunaan bahasa yang kurang di pahami. Untuk itu kami mohon maaf yang sebesar – besarnya, di karenakan kami masih dalam tarap pembelajaran.
Seperti ada pepatah mengatakan : “Tak ada gading yang tak retak”. Maka dari itu kami selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami bisa lebih baik lagi dalam pembuatan makalah berikutnya sehingga makalah berikutnya lebih sempurna dari pada makalah sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

www.wikipedia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar